Pengrajin Tembikar Muda yang Sukses

Berawal dari kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pengrajin tembikar atau gerabah, Isti yang berumur 25 tahun akhirnya mengikuti jejak kedua orang tuanya sebagai pengrajin tembikar. Pada awalnya Siti sempat dilarang oleh orang tuanya menjadi seorang pengrajin tembikar. Karena menurut pengalaman dari orang tuanya yang juga sebagai pengrajin tembikar, orang tua Isti merasa penghasilan dari pengrajin tembikar kurang mencukupi kebutuhan anak-anaknya, sehingga orang tua Isti melarang dirinya untuk mengikuti jejak mereka.

 

Meskipun sudah dilarang oleh orang tuanya, Isti tetap nekat ingin menjadi seorang pengrajin tembikar. Isti lalu rajin mengikuti pelatihan-pelatihan pembuatan tembikar. Ia ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa dia sebagai pengrajin tembikar yang sukses dan dapat mencukupi kebutuhan keluarganya kelak. 

 

Berawal dari situ, Isti mencoba membuat tembikar mengikuti desain yang dibuat orang tuanya, namun setelah dicoba, diproduksi, dan dijual tenyata peminat kerajinan tembikarnya sedikit. Akhirnya Isti memutar otak agar dapat membuat desain yang akan laris dan banyak peminatnya. 

 

Isti baru mengetahui bahwa tembikar tidak hanya dapat dibentuk menjadi peralatan dapur saja, melainakan juga dapat dibentuk menjadi hiasan yang unik. Isti akhirnya menemukan desain yang simple dan menarik perhatian banyak orang. Yang pertama Isti buat adalah mug-mug dengan berbagai macam tema, mulai dari polkadot, garis bergaris, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan pun beragam mulai dari Rp. 50.000 tergantung bagaimana model dan jenisnya. 

 

Kerajinan tembikar Isti akhirnya terkenal dan banyak terjual karena banyak peminatnya. Dan Isti bisa membuktikan kepada orang tuanya bahwa ia bisa sukses walaupun hanya sebagai pengrajin tembikar.

 

 

Comments